Rabu, 27 September 2017

Perbanyak istigfar dalam kesendirian

Perbanyak istigfar dalam kesendirian adalah solusinya. Karena dosa itu bisa hilang dengan istigfar, maka kegelisan juga akan hilang

Salah satu cara meraih kemudahan dalam hidup dan kebahagiaan adalah dengan beristighfar.

Imam Al-Qurthubi rahimahullah menukil dari Ibnu Shubaih dalam tafsirnya, bahwasanya ia berkata,
.
شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ” نُوحٍ”
.
”Ada seorang laki-laki mengadu kepadanya Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi maka beliau berkata kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!”, yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” yang lain lagi berkata kepadanya,”Doakanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!” maka beliau mengatakan kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” Dan yang lain lagi mengadu tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan pula kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” Dan kamipun menganjurkan demikian kepada orang tersebut

Maka Hasan Al-Bashri menjawab:”Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh [ayat 10-12].”[5]

Bagaimana jika banyak dosa tetapi tenang-tenang saja?
jawabanya, itu karena hatinya telah sakit bahkan mati sehingga iman dan hatinya tidak bisa mendeteksi dosa dan maksiat, hatinya telah tertutup. Inilah yang dimaksud dalam ayat.
.
ﻛَﻠَّﺎ ﺑَﻞْ ﺭَﺍﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻜْﺴِﺒُﻮﻥَ
.
“ Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka .” (QS. Al Muthaffifin: 14)

Semoga kita selalu dimudahkan untuk berdzikir di mana saja dan kapan saja, amalan yang sangat mudah untuk lisan dan hati kita
.
dr. Raehanul Bahraen
- Founder Indonesia Bertauhid

Racun #Ukhuwah itu Bernama Ashobiyah

Dalam Islam, semangat membela atau menolong karena kesukuan biasa disebut dengan ashabiyah. Secara bahasa, ashabiyah adalah kata yang mengandung arti saling menjaga dan melindungi. Ibnu Mandzur dalam kitab Lisanul Arab ia berkata, makna ashabiyah adalah: “Ajakan seseorang untuk membela keluarga/kelompok dari siapapun yang menyerang mereka. Tanpa peduli keluarganya melakukan kezaliman atau menjadi pihak yang terzalimi (Ibn Mandzur, Lisan al-‘Arab, I/606).
.
Sementara itu, secara langsung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah menjelaskan makna ashabiyah. Sebuah riwayat dari Putri Watsilah bin Al-Asqa’, ia mendengar Ayahnya berkata, “Aku berkata, wahai  Rasulullah, apa itu ashabiyah?” Rasul menjawab:

أَنْ تُعِينَ قَوْمَكَ عَلَى الظُّلْمِ “
"Engkau menolong kaummu dalam atas kezaliman yang dilakukan.” (HR. Abu Dawud).
.
Dari penjelasan di atas, kita menangkap bahwa poin dari ashabiyah adalah #fanatisme buta terhadap kabilah, #suku kelompok maupun #bangsa. Meletakkan fanatisme suku dan bangsa di atas agama. Sehingga batasan agama yang seharusnya menjadi parameter dalam setiap urusan dikesampingkan karena alasan solidaritas kesukuan.
.
Jika dikaji lebih mendalam, kita akan mendapati bahwa ashobiyah ini merupakan semangat persatuan yang dibangun atas dasar kesamaan suku dan bangsa. Paham ini meletakkan kesetiaan tertinggi individu hanya kepada suku dan bangsa dengan maksud agar individu memiliki sikap mental atau perbuatan untuk mewujudkan kemajuan, kehormatan, kesejahteraan bersama.

Padahal Rasulullah saw bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ “

Bukan termasuk umatku orang yang mengajak pada Ashabiyah, dan bukan termasuk umatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah, dan bukan termasuk umatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah.“ (HR.Abu Dawud).

KHASIAT RAHASIA SURAT AL-FATIHAH

By Ahmad Anshori

Surat Al-Fatihah dinamakan juga surat Al-Kafiyatu As-Syafiyah, Al-Kafiyah yang berarti pencukup dan As-Syafiah yang berarti penyembuhan, maka di dalam surat tersebut ada penyembuh untuk berbagai macam penyakit hati maupun badan.

1.  Penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, dan lain-lain dapat disembuhkan dengan Al-Fatihah.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan[1], “Sering aku mendengar Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, Iyya-Ka na’budu,  yang berarti Kepada-Mu lah kami menyembah, merupakan obat dari penyakit riya’, dan Iyya-Ka nasta’in yang berarti Kepada-Mu lah kami meminta pertolongan merupakan obat dari penyakit kesombongan. Maka Iyya-Ka na’budu dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati, dengan mengingatkan seorang hamba akan kedudukan ikhals yang merupakan semulia-mulianya kedudukan, dan Iyya-Ka nasta’in menyadarkan seorang hamba akan kefakiran dan kebutuhannya terhadap pertolongan Allah.

Seperti dalam firman-Nya Allah mengatakan,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاء إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

“Wahai sekalian manusia kalian ini fakir (butuh) kepada Allah, dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. Fatir:15).

2. Al-Fatihah untuk penyakit badan, terdapat sebuah hadits dari sahabat Abu Said Al-Khudriy,
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَ سًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ
بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ  خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ

“Bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung  tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantasberkata kepada para  sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bias meruqyah karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat lantas berkata, “Iya ada.” Lalu iapun mendatangi pembesar kampung tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Maka pembesar kampung itupun sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya, -dan disebutkan- ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan kisahnya tadi kepada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bias tahu Al-Fatihah adalah ruqyah?” Beliaupun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

مكثت بمكة مدة تعتريني أدواء، و لا أجد طبيبا، فكنت أعالج نفسي بالفاتحة، فأرى لها تأثيرا عجيبا، فكنت أصف ذلك لمن يشتكي ألما، و كان كثيرمنهم يبرأ سريعا.2

“Aku pernah menginap di Makkah selama beberapa saat lalu aku jatuh sakit, aku tidak mendapatkan satupun dokter di sana, maka aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan membaca surat Al-Fatihah, dan aku dapati perubahan yang sangat menakjubkan, sejak saat itu aku sering memberikan saran kepada orang-orang yang mengeluh akan penyakitnya untuk membaca Al-Fatihah dan banyak dari mereka mendapatkan kesembuhan dengan cepat.”

Perlu diperhatikan,  membaca Al-Fatihah untuk menyembuhkan juga harus diiringi dengan rasa percaya dan yakin kepada Allah, jika telah bersatu rasa kepercayaan serta keyakinan kepada Allah, maka bacaan Al-Fatihah akan benar-benar memberikannya kesembuhan.

Referensi:
Kitab Min Hidayat Suratil Fatihah, karya Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr.
[1] Madarijus Salikin
[2] Ad-Daa wa Ad-Dawa, Jawabul Kafi

Manfaat Berteman dengan Orang Shalih


"Kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba, yang berteman dengan orang yang shalih lebih banyak dan lebih utama,

Dia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu.

Dia juga akan memeberimu nasihat.

Dia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang membuatmu celaka.

Di juga senantiasa memotivasi dirimu untuk mentaati Allah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, dan bersabar dengan kekurangan dirimu.

Dia juga mengajak untuk berakhlak mulia baik dalam perkataan, perbuatan, maupun bersikap.

Sesungguhnya seseorang akan mengikuti sahabat atau teman dekatnya dalam tabiat dan perilakunya.

Keduanya saling terikat satu sama lain, baik dalam kebaikan maupun dalam kondisi sebaliknya.

Jika kita tidak mendapatkan kebaikan-kebaikan di atas, masih ada manfaat lain yang penting jika berteman dengan orang yang shalih.

Minimal diri kita akan tercegah dari perbuatan-perbuatn buruk dan maksiat.

Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan kejelekan.

Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak, dia juga akan memberimu manfaat dengan kecintaanya dan doanya kepadamu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada.

Dia juga akan membantu menghilangkan kesulitanmu karena persahabatannya denganmu dan kecintaannya kepadamu sebagai sahabat karena ketaqwaan kepada Allah Ta'ala."
.
( Dalam Bahjatu Quluubil Abrar, 148, penjelasan Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’adi, seorang Ulama Ahlussunnah, Ahli bahasa Arab, Ahli Fiqih dan Ahli Tafsir, Syaikh yang terkenal dengan kitab tafsir Al-Qur'annya yaitu Tafsir Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan atau lebih dikenal Tafsir As-Sa'di, Beliau menghapalkan Al Quran dan menguasai ilmu qira’ah sebelum usia beliau genap sebelas tahun)
.
📝dakwahpositif

SYAFAAT TEMAN SHALIH


👤Ustadz Abu Usamah, Lc Hafidzahullah .

Sahabat yang shalih bisa memberikan syafaat sahabatnya sehingga akan ditarik ke surga

Hasan Al- Bashri berkata yang artinya

Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat
(Ma’alimut Tanzil 4/268)

Dalilnya adalah hadits, di mana mereka menyebut kebersamaan: pernah berpuasa, shalat dan haji BERSAMA

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat yang artinya

Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat

Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka

Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.” .

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.” .

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan (HR. Muslim no. 183)

Jazakumullahu khair
Artikel
https://muslimafiyah.com/para-sahabat-saling-memberi-syafaat-di-hari-kiamat.html

NB;mungkin kita gak pernah Liat muka Dan cuman kenal Di dumay tapi Kalau kalian masuk surga dulu Dan aku tertinggal Di neraka mohon teman2 yg sholeh Cari aku bahwa kita sama2 ngeshare ilmu agama tapi Karena mungkin ada riya' terselubung yg menghanguskan amalan KU maka aku mohon Cari lah aku wahai sahabat2 KU😭😭

SESUNGGUHNYA,SUBUH ITU HAKIKAT DIRI

HAJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLOH (HAMKA)

Bahwa:
Jika ingin melihat Orang Islam...
Datanglah ke tempat sholat pada 'Idul Fitri dan 'Idul Adha.

TETAPI

Jika ingin melihat Orang Beriman.
Datanglah ke Masjid/Musholla waktu Subuh.
Itulah BEDA antara Orang Islam dengan Orang Beriman.

SESUNGGUHNYA,SUBUH ITU HAKIKAT DIRI

Jika Subuhnya senantiasa dipelihara.
Tanda akan Selamat dari Neraka.

Jika Subuhnya tiada dia tinggal.
Allooh melindunginya dari segala aral.

Jika Subuhnya didahului dengan Sholat Sunat.
Pasti Seluruh dunia beserta isinya, dia dapat.

Jika Subuhnya bergelap-gelap menuju Musholla.
Di kegelapan Akhirat dapatkan Cahaya.

Jika Subuh berjama'ah di Masjid/Musholla, tetap duduk di tempat sholatnya, sembari wirid, ngaji, tadarrus hingga awal Dhuha,kemudian Sholat Sunnah isyroq 2 roka'at,Mendapat Pahala Umrah dan Haji Sempurna.

NAMUN.

Jika Subuhnya tiada dijaga.
Pada wajahnya tiada cahaya.
Jika Subuhnya sengaja terlupa.
Tanda Imannya tiada bernyawa.

Jika Subuhnya terasa berat.
Tanda munafiQ sudah mendekat.

Jika Subuh tiada peduli.
Tanda Iman menghampiri mati.

Jika Subuhnya tiada berjama’ah.
Tanda hidupnya akan hilang barokah.

Jika Subuhnya tiada ke Musholla/Masjid.
Tanda Imannya ada penyakit.

Jika Subuhnya selalu terlewat.
Tanda Imannya semakin cacat.

Jika Subuhnya diakhir waktu.
Tanda iman semakin kelabu.

Jika Subuhnya hari sudah siang.
Tanda rezekinya sudah hilang.

Jika di subuh masih mendengkur.
Tanda syaitan memeluknya dalam tidur.

Sabtu, 16 September 2017

Cara koneksi laptop ke TV Digital (HDTV) menggunakan kabel HDMI


Sebagian kita mungkin banyak yang hobi nonton film dan pasti memiliki banyak koleksi film di laptopnya. Ndak beda dengan saya. Apa lagi sekarang film-film tersebut gambarnya begitu halus dan tajam dengan resolusi 720p atau bahkan 1080p hasil ripping dari film blue ray misalnya.

(Apa maksud 720p dan 1080p? Untuk mengetahuinya lihat di Resolusi TV Digital)Nonton di laptop saja terasa cukup puas dengan menggunakan headphone untuk audionya, apalagi kalau nontonnya lewat layar TV Digital (HDTV) bersama keluarga, tentu lebih nyaman lagi. Bosan nonton acara TV, coba manfaatkan TV DIgital anda untuk nonton film-film koleksi anda. Dalam hal ini laptop kita fungsikan sebagai player, layaknya DVD player atau blue ray player.


Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk koneksi laptop ke TV. Seperti menggunakan kabel DVI (Digital Visual Interface), S-Video, VGA atau menggunakan koneksi wireless. Namun sejauh ini cara terbaik koneksi laptop ke TV Digital adalah menggunakan kabel HDMI. Karena kabel ini bisa mentransfer sinyal video/audio sekaligus untuk resolusi gambar minimal 1080p (High Speed HDMI cable) hanya dengan satu kabel. Disamping itu fasilitas koneksi port HDMI (soket HDMI) ini bisa dipastikan sudah dimiliki oleh HDTV dan laptop keluaran beberapa tahun terakhir.

Berikut langkah-langkah cara koneksi laptop ke TV Digital.

1. Siapkan kabel High Speed HDMI, dengan ukuran konektor yang umum (Full Size HDMI Connector). Untuk lebih jelas tentang jenis kabel dan konektor HDMI silahkan lihat masing-masing linknya.

2. Cari lokasi soket HDMI yang ada pada panel belakang atau samping / bawah TV Digital, lalu colokkan salah satu ujung konektor kabel HDMI ke salah satu soket HDMI-nya, misalnya port HDMI-1. Ujung konektor kabel HDMI yang lain colokkan juga ke port HDMI di laptop.

3. Hidupkan TV Digital lebih dahulu kemudian lakukan setting untuk memilih input dari port HDMI di mana kabel HDMI tadi dicolokkan, misalnya port HDMI-1. Setting ini berbeda-beda pada masing-masing merk TV. Silahkan cek buku panduan perangkat TV digital anda. Jika sudah, hasilnya layar TV Digital anda "blank", gelap saja karena memang belum ada sinyal yang masuk melalui port HDMI-1.

4. Kemudian hidupkan laptopnya juga. Lakukan setting pada laptop agar mengirimkan sinyal ke port HDMI. Caranya,
---> Masuk ke "Control Panel"
---> klik "Appearance and Personalization"
---> klik "Adjust Screen Resolution"
Setelah itu akan nampak dua pilihan monitor display, no.1 monitor laptop dan no.2 monitor TV Digital. Terus,
---> klik monitor display no.2
---> pilih "Extend the desktop onto this monitor"
---> klik "Apply"
Jika ini berhasil pada TV Digital akan nampak gambar background Windows pada layar TV Digital.

5. Kembali ke laptop. (Ahaa...kayak si Tukul) Kemudia lakukan setting resolusi pada laptop untuk monitor no.2
----> klik "Resolution" yang akan memunculkan dropdown menu, lalu geser slider-nya sambil lihat ke layar TV Digital. Geser slider sampai gambar background Windows pas memenuhi ukuran layar TV Digital anda.

6. Setting Audionya. Lakukan hal berikut:
---> Masuk ke "Control Panel"
---> klik "Hardware and Sound"
---> klik "Sound"
kemudian akan muncul jendela kecil dengan nama "Sound".
---> klik pada tab "Playback"
akan nampak beberapa speakers system lalu pilih speakers dari HDTV, kemudian klik "Apply".
Jika anda tidak menemukan sistem speakers dari HDTV (hanya nampak satu sistem speakers dari laptop saja), lakukan hal berikut:
Masih dalam jendela "Sound", bawa kursor ke ruang kosong lalu klik kanan mouse,
akan muncul jendela kecil dengan dua pilihan , "show Disabled Devices" dan "show "Disconnected Devices". Centang "show Disabled Devices". Akan muncul sistem speaker dari HDTV, kemudian select dan klik "Apply".

Perbanyak istigfar dalam kesendirian

Perbanyak istigfar dalam kesendirian adalah solusinya. Karena dosa itu bisa hilang dengan istigfar, maka kegelisan juga akan hilang Salah ...